Karimun – Untuk memberikan pelayanan angkutan laut menyambut Natal 2025 dan Tahun 2026, telah disiapkan sebanyak 173 armada angkutan laut, yang akan melayani dari pelabuhan di Karimun.
Seluruh armada tersebut telah menjalani uji kelayakan dan dinyatakan siap beroperasi pada masa libur akhir tahun pekan mendatang.
Kepala KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Capt Supendi, menyebutkan bahwa selain menyiapkan armada reguler, KSOP juga mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang, jika terjadi peningkatan signifikan dan jadwal reguler tidak mampu menampung penumpang, pihaknya telah berkoordinasi dengan agen dan perwakilan pelayaran untuk menyiapkan perjalanan tambahan atau extra trip.
“Seperti tahun lalu, ada beberapa rute yang dilakukan penambahan trip, di antaranya rute Selatpanjang dan Tanjung Samak. Pola ini kembali kami siapkan jika dibutuhkan,” kara Capt Supendi, usai Membuka Posko Persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026, Kamis, 18 Desember 2025.
Sementara itu, persiapan untuk angkutan Natal dan Tahun Baru, sebanyak 173 armada telah disiapkan, ratusan armada itu terdiri atas berbagai jenis kapal yang melayani rute antarpulau maupun lintas provinsi.
Dari total 173 armada, sebanyak 63 unit merupakan kapal feri, 108 unit speedboat, dua kapal perintis, dua kapal ro-ro, serta satu kapal penumpang Pelni.
“Seluruh armada sudah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan laik laut untuk melayani penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru 2026,” kata Supendi.
Untuk diketahui juga bahwa, posko Angkutan Natal dan Tahun Baru, dimulai sejak 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Supendi juga menjelaskan, pihaknya juga memastikan tidak ada kenaikan harga tiket selama masa mudik Natal dan Tahun Baru 2026.
Menurut Supendi, tarif angkutan laut telah diatur oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau dan hingga kini belum ada kebijakan penyesuaian harga.
“Kami memastikan tidak ada kenaikan harga tiket sampai hari ini. Soal tarif sudah diatur oleh Dishub Provinsi Kepri dan sejauh ini tidak ada kebijakan kenaikan harga tiket, kecuali Pelni karena itu langsung Kemenhub,” ucapnya.
(Har)






