Senyum UMKM Karimun di Tengah Geliat Ekonomi Kawasan Industri

  • Bagikan

Karimun – Ketika fajar terbit dan sebagian orang masih terlelap, Kawasan Industri di Pangke dan Pangke Barat Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau tampak lebih dulu berdenyut.

Arus ribuan karyawan perusahaan yang melintas disambut dengan antusias para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang sudah siap menjajakan dagangannya.

Deretan gerobak atau lapak sederhana tampak terjejer rapi dengan kue tradisional, minuman hangat dan aneka kuliner lainnya yang dengan cepat berpindah tangan.

Kawasan itu seketika menjelma menjadi bak bazar kuliner sebuah event, ribuan orang silih berganti memadati lapak-lapak untuk berbelanja.

Senyuman ketika dagangan mereka disapu bersih ribuan karyawan seolah menggambarkan positifnya geliat ekonomi yang dirasakan sebagai warga yang menggantungkan hidupnya di lingkar perusahaan.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Umi Fatir, salah satu pedagang yang sudah berjualan 5 tahun di kawasan industri tersebut.

Ia yang menjajakan Pempek khas Palembang mengaku bisa mendapatkan omset paling sedikit Rp500 ribu per harinya.

“Alhamdulillah paling sedikit 500 ribu berjualan pempek dalam sehari, pedagang lain seperti kue tradisional mungkin lebih dari itu,” ucap Fatir.

Pelaku UMKM di kawasan industri Pangke dan Pangke Barat ini diketahui mulai beraktivitas pada pukul 04.30 WIB. Pembeli terbanyak mereka umumnya adalah karyawan PT Saipem Indonesia Karimun Yard.

“Paling banyak karyawan PT Saipem, dari jam 4 pagi kami sudah mulai berjualan untuk mereka yang masuk shift pagi,” ujar Anton salah satu pedagang kue tradisional.

Potret karyawan shift pagi PT Saipem Indonesia

Anton menjelaskan bahwa para pedagang pernah berjualan kurang lebih 1 jam saja karena cepat ludes dibeli karyawan, kondisi itu terjadi ketika PT Saipem mampu menyerap belasan ribu orang beberapa tahun yang lalu.

“Sebelum 2020 atau covid-19 karyawan saipem ada belasan ribu, dagangan pedagang sebentar aja ludes dan jalanan penuh. Pedagang dulu juga jauh lebih banyak dari yang saat ini,” kata Anton.

Dengan kondisi itu, ia berharap iklim investasi di Kabupaten Karimun dapat terus menggeliat agar ekonomi pelaku UMKM juga ikut meningkat.

Menurutnya, perkembangan perusahaan dengan ekonomi UMKM bagai rantai yang tidak akan terpisahkan.

“Pedagang sangat terbantu dengan adanya perusahaan, semoga karimun semakin maju dan terkhusus PT Saipem bisa seperti dulu menyerap tenaga kerjanya,” ucap Anton.

Diketahui Kawasan Industri Pangke dan Pangke Barat di Karimun dihuni oleh perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, dominannya adalah Galangan Kapal, Pertambangan dan Kontruksi Migas.

Beberapa perusahaan besar yang hidup di kawasan tersebut diantaranya PT Saipem Indonesia, PT Soma Daya Utama, PT Pasific Granitama, PT Bukit Alam Persada dan PT MGU. (yrp)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *