Karimun – Kehadiran sebuah ‘Jembatan’ selalu menjadi impian bagi masyarakat yang berada di pulau-pulau atau wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Jembatan hadir bukan sebatas bangunan, namun sebuah harapan yang menghubungkan mobilitas masyarakat yang berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan. Terutama pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
Seperti halnya masyarakat di Desa Keban dan Desa Niur Permai, Kecamatan Sugie Besar, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Desa Keban dan Desa Niur Permai adalah dua desa yang dikenal dengan potensinya unggulnya, khususnya potensi wisata dan perikanan.
Setiap hari warga di kedua desa tersebut harus menggantungkan hilir mudiknya menggunakan sampan atau perahu yang mobilitasnya sangat bergantung pada faktor cuaca.
Apabila cuaca buruk melanda, maka aktivitas dan roda ekonomi masyarakat yang ada di kedua pulau itu akan otomatis terhambat dan bahkan terhenti.
Pendidikan dan kesehatan adalah dua sektor yang harus menjadi perhatian, para pelajar dan guru harus mengarungi lautan menggunakan sampan yang disediakan pihak Desa untuk menempuh pendidikan.

Begitu juga warga yang sedang sakit juga harus menghadapi kondisi serupa demi mendapat penanganan medis di Puskesmas terdekat, kondisi tersebut tentu sangat ironi mengingat besarnya risiko yang harus dihadapi.

“Kalau ada ombak besar kami sulit ke sekolah dan terlambat, semoga desa kami bisa dibangun jembatan agar kami bisa pergi sekolah dengan aman dan nyaman,” ujar salah seorang Siswa.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karimun, Raja Machrizal ketika dikonfirmasi menyebut Pemerintah Daerah berupaya untuk mendorong pembangunan Jembatan Gantung di Desa Niur Permai dan Desa Keban.
Machrizal mengatakan, kehadiran jembatan tersebut juga akan berdampak positif untuk mobilitas hasil perikanan, hasil pertanian, pariwisata, barang atau jasa, dan sektor lainnya.
“Pelayanan masyarakat juga terbantu karena pusat pemerintahan kecamatan berada di Desa Rawa Jaya yang satu pulau dengan Niur Permai, selain itu akan mendorong pembangunan berkeadilan dengan pemerataan pembangunan ke seluruh wilayah untuk kemajuan daerah,” katanya.
Machrizal menjelaskan bahwa Bupati dan Ketua DPRD Karimun kompak untuk mengusulkan pembangunan Jembatan Desa Keban dan Niur Permai ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan.

Hal tersebut mengingat komitmen Presiden Prabowo yang menegaskan bahwa jembatan gantung adalah simbol kehadiran pemerintah untuk masyarakat yang tinggal dipedesaan dan wilayah terpencil.
Ia menambahkan Bupati Karimun Iskandarsyah berharap realisasi jembatan gantung dapat mendorong investasi dan menggerakkan pariwisata, sehingga dapat mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi guna mewujudkan kejayaan Kabupaten Karimun di masa depan (the glory of the future).
“Pemkab Karimun mengusulkan pembangunan jembatan ke Pemerintah Pusat, semoga koordinasi dan sinergitas berbagai Kementerian tersebut dapat mewujudkan jembatan gantung yang menjadi harapan besar masyarakat,” ucap Machrizal.
Sementara itu, Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza mengaku akan berupaya mendorong usulan pembangunan jembatan gantung Desa Keban ke Desa Niur Permai.
Ia bahkan turun langsung bersama Dinas PUPR Karimun untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung realitas kondisi masyarakat di kedua desa tersebut.
“Kami melihat langsung anak-anak setiap hari harus menggunakan sampan ke sekolah, mereka adalah aset dan kekayaan kita yang sangat berharga. Pemerintah daerah akan berupaya agar mereka bisa memperoleh akses pendidikan dengan baik dan aman,” kata Rafiza.
Rafiza menambahkan bahwa pembangunan jembatan gantung adalah satu-satunya solusi yang baik dan berkelanjutan untuk masa depan masyarakat.
“Program jembatan gantung ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, kerja sama yang kuat merupakan kunci untuk mewujudkan harapan yang selalu disuarakan oleh masyarakat,” ucap Rafiza.






