Karimun – Sebelum Bupati Karimun Iskandarsyah melakukan sidak ke RSUD Tanjung Batu, pada Kamis 30 September 2026. Sejumlah Tokoh Masyarakat, Camat, Polsek, serta juga masyarakat mendatangi RSUD Tanjung Batu, dan langsung bertemu dengan Direktur RSUD dengan tujuan mempertanyakan minimnya pelayanan kesehatan, bahkan bisa dikatakan sangat miris.
Diantaranya ialah, mengenai pasien rawat inap yang tidak dapat makan dan minum, dan harus membawa dari rumah. Kemudian, obat-obatan yang juga tidak memadai sehingga pasien harus membeli di luar, bahkan disebutkan juga tidak adanya stok oksigen di Rumah Sakit.
Meskipun RSUD yang kini masih dalam tahap pembenahan dan uprate, pasien juga banyak yang harus di rujuk ke RSUD Muhammad Sani.
Namun, untuk pasien rujukan, tidak mendapatkan fasilitas yang seharusnya. Pasien harus naik kapal umum atau menyewa boat untuk menyeberang dari Pulau Kundur ke Pulau Karimun. Bahkan, para tenaga kesehatan yang mendampingi tidak hanya mengorban tenaga, tapi juga merogoh kocek untuk melakukan perjalan.
Sehingga, dengan kondisi tersebut, Bupati Karimun Iskandarsyah melakukan Sidak, untuk langsung melihat kondisi dan pelayanan di RSUD Tanjung Batu tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Camat Kundur, Nurdin, yang ikut mendampingi Bupati Karimun melakukan Sidak. Nurdin, sebelumnya juga hadir dalam pertemuan yang dilakukan antara masyarakat dan pihak RSUD.
“Iya benar, dari apa yang disampaikan dalam pertemuan sebelumnya, juga didapati pada saat Sidak oleh Bapak Bupati tadi pagi,” kata Nurdin, saat dikonfirmasi.
Setelah melihat dan mendapatkan laporan saat Sidak, Bupati Iskandarsyah terlihat cukup kecewa dan marah.
Sebab, untuk RSUD Tanjung Batu, Pemda telah mengalokasikan anggaran tahun 2026 kurang lebih Rp 7,9 Miliar, untuk operasional Rumah Sakit, dan itu juga telah termasuk untuk operasional ambulan, bbm ambulan laut, obat-obatan, pengadaan dan perawatan peralatan medis, kebutuhan pasien (makan-minum).
“Bapak Bupati memberikan perhatian serius dan instruksi tegas, agar seluruh manajemen RSUD lebih cepat, responsif, dan kreatif dalam menjalankan fungsi pelayanan publik, dan proses pengelolaan dan pengajuan kebutuhan dilakukan secara proaktif dan terukur,” ucap Camat Kundur Nurdin.
Pemerintah juga terus berkomitmen meningkatkan fasilitas kesehatan di Kundur, termasuk pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit sebagai bagian dari upaya jangka panjang peningkatan kualitas






