Karimun – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karimun menggelar konferensi pers untuk memaparkan laporan capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Dalam rilis tersebut, BNNK Karimun menunjukkan tren positif, terutama pada peningkatan kualitas hidup mantan pecandu narkotika yang melampaui target nasional.
Kepala BNNK Karimun, AKBP Eko Hariyanto, mengungkapkan bahwa keberhasilan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) tahun ini tidak lepas dari sinergi lintas sektoral. BNNK Karimun aktif menjalin kerja sama strategis dengan berbagai instansi, mulai dari Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun, Bakamla, perbankan, hingga sektor kesehatan dan pendidikan.
“Kami terus memperkuat fondasi kolaborasi. Sepanjang 2025, kami telah melakukan perjanjian kerja sama baru dan melanjutkan kemitraan yang ada dengan pihak seperti RSUD Muhammad Sani dan beberapa sekolah untuk memastikan program anti-narkoba menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar AKBP Eko.
Di sisi pencegahan, BNNK Karimun telah menjangkau lebih dari 23.432 jiwa melalui 133 kegiatan penyebaran informasi. Program unggulan “Desa Bersinar” (Bersih Narkoba) juga terus berkembang, dengan Kelurahan Tebing sebagai Desa Bersinar tahun ini.
Penguatan kapasitas masyarakat juga menjadi sorotan utama. BNNK Karimun berhasil melatih 50 relawan anti-narkoba, 10 remaja dari SMPN 2 dan SMPN 3 Tebing sebagai agen sebaya, serta melibatkan 20 keluarga dalam pelatihan ketahanan keluarga.
Dalam bidang rehabilitasi, Klinik Pratama BNNK Karimun telah memberikan layanan rawat jalan kepada 20 klien dan merujuk 2 klien untuk rawat inap di Loka Rehabilitasi BNN Batam. Capaian paling membanggakan terlihat pada indeks keberhasilan rehabilitasi, di mana persentase peningkatan kualitas hidup pecandu mencapai 93,51 persen.
“Hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) kami tahun ini mendapat kategori Sangat Baik dengan nilai 3,84. Hal ini memotivasi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Karimun,” tambah AKBP Eko.
Dengan dukungan anggaran mandiri dan kontribusi CSR dari sektor swasta, BNNK Karimun optimis bahwa upaya deteksi dini dan edukasi akan terus menekan angka penyalahgunaan narkotika di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Karimun.
(Har)






