Bupati Karimun Proyeksikan Pulau Belat Jadi Magnet Investasi PLTS dan Baterai Dalam Transformasi Pesisir

  • Bagikan

Karimun – Pemerintah Kabupaten Karimun terus mengakselerasi pembangunan kawasan pesisir guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Salah satu langkah strategis yang kini tengah digesa adalah memproyeksikan Pulau Belat, Kecamatan Belat, sebagai target utama investasi skala besar di sektor energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kehadiran investasi PLTS, yang diproyeksikan dapat terintegrasi dengan rencana industri baterai, dinilai akan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi masyarakat pesisir.

Guna memastikan kelancaran masuknya investasi tersebut, Pemkab Karimun tengah memacu penyelesaian infrastruktur fisik pendukung.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengungkapkan bahwa Pulau Belat, bersama Kecamatan Sugie Besar dan Moro, kini masuk dalam peta prioritas pembangunan daerah.

“Kami fokuskan investasi di Pulau Belat, termasuk untuk megaproyek PLTS. Untuk mendukung itu, sisa pembangunan jalan sepanjang 9 hingga 10 kilometer lagi akan segera kami selesaikan. Perbaikan ponton pelabuhan juga sudah masuk dalam alokasi anggaran,” kata Bupati Iskandarsyah, dalam safari ramadhan di Kecamatan Belat, Kamis 26 Februari 2026.

Selain memacu investasi makro di sektor energi, Iskandarsyah juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi mikro melalui kemandirian pangan.

Dalam hal ini, mendorong masyarakat pesisir untuk mulai memproduksi kebutuhan pokok secara mandiri, seperti cabai, perikanan darat (lele), hingga peternakan unggas. Hal ini bertujuan agar perputaran uang dan dampak ekonomi dari masuknya investasi dapat dirasakan langsung oleh warga lokal.

“Kita dianugerahi kekayaan alam dan peluang yang besar. Maka, kita sendiri yang harus mengambil peran dan bergerak merubah nasib untuk memanfaatkan momentum pembangunan ini,” ucap Iskandar.

Melalui masuknya proyek PLTS dan penguatan sektor ketahanan pangan, Pulau Belat ditargetkan segera bertransformasi menjadi kawasan pesisir yang terang benderang, mandiri secara ekonomi, serta memiliki daya saing yang tinggi.

Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan realisasi investasi besar dan program kemandirian ekonomi mutlak membutuhkan stabilitas sosial dan sinergitas. Sehingga aparatur desa, perangkat kecamatan, hingga tingkat RT/RW dan masyarakat luas untuk terus menjaga soliditas.

“Kuncinya kita harus kompak dan jangan cerai-berai. Jika kita solid, iklim investasi akan sehat, dan keberkahan untuk kemajuan daerah kita akan terwujud,” ucap Bupati.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *