Jelang Ramadan, PT Timah Dukung Donor Darah Kagama Babel untuk Jaga Stok PMI

  • Bagikan

PANGKALPINANG – PT TIMAH Tbk mendukung pelaksanaan donor darah rutin yang digelar Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bekerja sama dengan UTD Palang Merah Indonesia (PMI) Pangkalpinang.

Kegiatan bertema “Love in Every Drop: Berbagi Hidup di Hari Kasih Sayang” ini dilaksanakan di UTD PMI Kota Pangkalpinang, Sabtu (14/2/2026), dan menjadi agenda rutin tahunan yang kini memasuki tahun keempat.

Aksi sosial tersebut digelar menjelang Ramadan sebagai langkah antisipasi menurunnya jumlah pendonor saat bulan puasa hingga Idulfitri, sementara kebutuhan darah tetap tinggi.

Ketua Kagama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ferry Afrianto, menyampaikan bahwa hingga menjelang pelaksanaan, lebih dari 250 orang telah mendaftar sebagai calon pendonor.

“Semua pendaftar tetap melalui proses skrining kesehatan untuk memastikan kelayakan donor. Kami juga menyiapkan bentuk apresiasi bagi para pendonor sebagai wujud terima kasih,” ujar Ferry.

Ia menegaskan, donor darah menjadi salah satu program sosial yang secara konsisten dijalankan Kagama Babel sebagai kontribusi nyata kepada masyarakat.

Ketua Pelaksana Donor Darah Kagama Babel, Marini, mengatakan momentum menjelang Ramadan dipilih karena pada periode tersebut stok darah di PMI kerap mengalami penurunan.

“Kebutuhan darah tidak pernah berhenti, tetapi partisipasi donor biasanya menurun saat puasa. Karena itu, kegiatan ini penting untuk menjaga stabilitas stok darah,” kata Marini yang juga pengurus PMI Kota Pangkalpinang.

Dalam kegiatan ini, PT Timah memberikan dukungan berupa paket beras kepada para pendonor. Dukungan tersebut dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Bantuan sembako cukup membantu menarik minat masyarakat untuk datang dan berdonor. Walaupun tidak semua memenuhi syarat medis, semangat warga untuk berbagi tetap tinggi,” ujarnya.

Marini menambahkan, kolaborasi antara komunitas, PMI, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan donor darah, khususnya menjelang periode Lebaran ketika permintaan darah meningkat.

Pembina PMI Pangkalpinang, Muhammad Rizki, menyebut Pangkalpinang menjadi pusat distribusi darah di Pulau Bangka sehingga kebutuhan darah relatif tinggi dan terus bertambah.

Ia menekankan pentingnya edukasi donor darah, terutama bagi pendonor pemula dari kalangan pelajar, agar tercipta kebiasaan donor rutin minimal tiga bulan sekali.

“Donor darah rutin tidak hanya membantu sesama, tetapi juga memberi manfaat kesehatan bagi pendonornya,” kata Rizki.

Selain pelaksanaan donor darah, panitia juga memberikan edukasi dan literasi mengenai pentingnya donor darah secara berkelanjutan. Setiap pendonor yang berpartisipasi menerima bingkisan sembako sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *