Karimun – Pemerintah Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, menggelar rapat guna membahas terjadinya antrian disetiap pangkalan gas elpiji 3 kilogram.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Camat Kundur, Nurdin, bersama sejumlah agen, pangkalan, dan juga tokoh masyarakat, Jumat 13 Februari 2026.
Yang mana, dalam beberapa waktu belakangan, masyarakat Kecamatan Kundur kesulitan untuk mendapat gas, dan harus berjuang dengan mengantri ketika pasokan masuk ke pangkalan.
Dari hasil rapat yang dilakukan, disampaikan oleh agen bahwa, untuk jumlah kuota gas melon di Kundur tidak ada pengurangan, jumlah masih sama dengan sebelumnya.
“Sebenarnya, jumlah kuota tidak ada perubahan atau dikurangi. Tapi kenapa bisa terjadinya kelangkaan dan antrian panjang, berkemungkinan lantaran ada beberapa persoalan, salah satunya tabung yang rusak dan harus diperbaiki,” kata Nurdin, Sabtu 14 Februari 2026.
Selain itu, kelangkaan juga bisa dikarenakan adanya masyarakat yang menyetok gas, lantaran panik dengan adanya kejadian antrian untuk mendapat gas, seperti yang terjadi beberapa waktu ini.
“Karena adanya isu kelangkaan dan juga terjadi antrian, berkemungkinan sejumlah masyarakat menyetok, serta juga terpakai dengan pelaku usaha yang menggunakan gas hingga 5 sampai 6 tabung,” ucap Camat yang baru dilantik oleh Bupati Iskandar itu.
Pemerintah Kecamatan Kundur, bersama pihak berwenang dan Dinas terkait, akan melakukan pengawasan ke sejumlah agen dan pangkalan-pangkalan.
Camat Kundur juga berpesan, agar setiap pangkalan, untuk bisa bijak dalam menjual tabung gas ukuran 3 kg, yang peruntukannya sudah jelas untuk masyarakat menengah ke bawah.
“Ya kita nanti akan Sidak bersama pihak yang berwenang dalam hal ini, dan dalam beberapa hari ini kita akan pantau terlebih dahulu. Sehingga, persoalan ini bisa teratasi,” ujar Nurdin.
(aHa)






