PT TIMAH Tbk Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

  • Bagikan

PANGKALPINANG – PT TIMAH (Persero) Tbk tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di wilayah operasional, termasuk para nelayan.

Melalui berbagai program pemberdayaan, perseroan terus memperkuat dukungan guna meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pesisir.

Beragam inisiatif dijalankan sebagai bentuk kepedulian. Mulai dari bantuan alat tangkap untuk meningkatkan produktivitas, fasilitasi jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan, hingga dukungan pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas melaut.

Program-program ini bertujuan tidak hanya meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga menciptakan rasa aman dan kenyamanan bagi nelayan, termasuk penyediaan fasilitas tambatan perahu dan pengerukan alur muara.

Pada tahun 2025, PT TIMAH menyalurkan bantuan bagi belasan kelompok nelayan yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau.

Komitmen ini terus berlanjut di tahun 2026, di mana perseroan kembali menghadirkan bantuan alat tangkap, salah satunya untuk Kelompok Nelayan Sungai Ulim, Desa Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan. Hingga saat ini, perusahaan juga telah memfasilitasi ribuan nelayan untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

Tidak hanya bantuan fisik, PT TIMAH juga melaksanakan pemberdayaan melalui program lingkungan pesisir. Kegiatan tersebut meliputi penanaman mangrove, restocking kepiting bakau di Kundur, restocking cumi di Perairan Pulau Bangka, serta program fishing ground dan coral garden yang manfaatnya kini telah dirasakan langsung oleh para nelayan.

Salah satu kelompok yang merasakan dampak positif adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ratu Laut Teluk Dalam, Desa Kundur. Sekretaris KUB, Dedi, mengaku sangat terbantu dengan bantuan jaring udang yang diterima. Menurutnya, kondisi jaring milik anggota banyak yang sudah rusak dan tidak layak pakai, namun keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama untuk penggantian.

“Bantuan ini akan dimanfaatkan untuk membeli jaring udang. Harapannya hasil tangkapan bisa lebih banyak karena jaringnya masih baru. Kalau jaring baru, hasilnya tentu lebih maksimal,” ujar Dedi.

Senada dengan itu, Ketua Kelompok Nelayan Penganak Air Gantang, Kabupaten Bangka Barat, Harman, menyebutkan kelompoknya mendapatkan bantuan berupa mesin tempel, kawat bubu, dan tali.

Menurutnya, bantuan ini sangat relevan dengan kebutuhan di lapangan, terutama untuk membantu jangkauan melaut yang sebelumnya terbatas. Ia juga menilai bahwa aktivitas pertambangan dan kegiatan nelayan bisa berjalan berdampingan dan menjadi dua sumber ekonomi yang saling mendukung.

Di tempat lain, PT TIMAH juga membantu perbaikan akses jalan menuju kawasan nelayan di Penyusuk, Kelurahan Ramadan Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Jalan yang sebelumnya rusak parah dan membahayakan saat musim hujan kini telah diperbaiki sehingga lebih layak digunakan.

Kaling Penyusuk, Siswantoro, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, akses ini sangat vital karena menjadi jalur utama nelayan membawa hasil tangkapan dan menuju tempat tambat perahu. Perbaikan jalan yang dilakukan secara gotong royong ini diharapkan dapat mendukung dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat secara lebih optimal.

(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *