Dari Posko KKN, Alumni UIN Suska Riau Resmikan Nama Rumah Baca Harmoni Literasi di Karimun

  • Bagikan

Karimun – Alumni Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Desa Pangke Angkatan Tahun 2024, menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan dan budaya literasi masyarakat.

Yang mana, Alumni KKN UIN Suska Riau tersebut, membuktikan kepedulian untuk membentuk budaya literasi membaca.

Kegiatan diawali dengan peresmian nama rumah baca yang sebelumnya dibangun oleh Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Desa Pangke Tahun 2024, serta juga memberikan bantuan berupa buku, Rabu 8 Juli 2026.

Rumah baca tersebut kini resmi diberi nama “Rumah Baca Harmoni Literasi” di Kampung Suka Damai, Desa Pangke, Meral Maral Barat, Kabupaten Karimun.

Menurut Andryan Rahmana Riswandi, selaku Presiden KKN UIN Suska Riau Desa Pangke Tahun 2024. Nama tersebut memiliki filosofi yang mendalam.

Kata “Harmoni” melambangkan ketenangan, keselarasan, dan kebersamaan, sedangkan “Literasi” bermakna aktivitas membaca dan belajar.

“Ketika seseorang membaca, ia bukan hanya memperoleh ilmu, tetapi juga menemukan ketenangan, wawasan, nilai-nilai kebaikan, serta cara berpikir yang lebih bijaksana. Karena itu kami memilih nama Harmoni Literasi sebagai harapan agar rumah baca ini menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan sekaligus membuka cakrawala ilmu bagi masyarakat,” kata Andryan.

Pada kesempatan itu, bantuan buku diserahkan secara simbolis oleh Andryan Rahmana Riswandi, kepada Ketua RT 001 Kampung Suka Damai, Desa Pangke.

Bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen Alumni Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Desa Pangke Tahun 2024, dalam mendukung peningkatan budaya membaca serta memperkuat akses masyarakat terhadap sumber-sumber pengetahuan, khususnya bagi anak-anak dan masyarakat Kampung Suka Damai.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat pengabdian mahasiswa tidak berhenti ketika masa Kuliah Kerja Nyata telah selesai.

Dimana, Alumni KKN UIN Suska Riau Desa Pangke Tahun 2024, terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai aksi sosial yang berkelanjutan, salah satunya dengan memperkuat fasilitas literasi di desa.

Andryan menegaskan, bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial.

Ia mengungkapkan bahwa ketika melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun 2024, tim melihat masih rendahnya minat baca masyarakat akibat minimnya fasilitas dan dukungan terhadap kegiatan literasi.

“Dulu kami memilih membuat Rumah Baca karena melihat minat membaca masyarakat, khususnya anak-anak, masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya fasilitas dan dukungan,” ucapnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN berinisiatif menghadirkan sebuah rumah baca sebagai ruang belajar yang nyaman bagi anak-anak dan masyarakat.

Menariknya, bangunan yang saat ini menjadi Rumah Baca Harmoni Literasi merupakan rumah yang dahulu dijadikan Posko Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Desa Pangke Tahun 2024 untuk mahasiswa laki-laki selama menjalankan pengabdian di desa.

Setelah program KKN berakhir, mahasiswa meminta izin kepada pemilik rumah agar bangunan tersebut dapat dialihfungsikan menjadi rumah baca yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.

“Rumah ini dulunya merupakan posko KKN kami untuk mahasiswa laki-laki. Setelah KKN selesai, kami meminta izin kepada pemilik rumah agar tempat ini dapat dijadikan rumah baca. Kami ingin tempat yang pernah menjadi pusat pengabdian mahasiswa ini tetap hidup dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Bangunannya memang sederhana, tidak besar, tetapi nyaman bagi anak-anak untuk membaca sambil menikmati suasana alam yang tenang,”ujar Andryan.

Tentunya, dengan keberadaan rumah baca itu, merupakan investasi pendidikan jangka panjang yang manfaatnya akan terus dirasakan oleh generasi berikutnya. Sebab, setiap anak yang datang untuk membaca hari ini merupakan benih lahirnya generasi yang lebih berilmu, berkarakter, dan mampu membawa perubahan positif di masa depan.

Andryan berharap gerakan literasi ini tidak berhenti pada penyerahan bantuan buku semata. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan Rumah Baca Harmoni Literasi melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Selain itu, Andryan menjelaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya yang lain juga membentuk sebuah komunitas bernama Ruang Beraksi Indonesia, yang berfokus pada bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui komunitas tersebut, mereka membuka pintu Iuran Publik sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam bentuk materi untuk mendukung berbagai program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa perubahan tidak bisa dilakukan sendirian. Karena itu, melalui Ruang Beraksi Indonesia kami membuka pintu Iuran Publik bagi siapa saja yang ingin ikut berkontribusi dalam mendukung program-program pendidikan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Setiap bantuan yang diberikan, sekecil apa pun, akan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menciptakan perubahan yang lebih baik di Kabupaten Karimun,” kata Andryan.

Ia juga berharap Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, hingga Pemerintah Kabupaten dapat terus menggalakkan budaya literasi di tengah masyarakat melalui penyediaan buku-buku yang berkualitas, ruang baca yang nyaman, serta berbagai program yang mampu menumbuhkan minat membaca sejak usia dini.

“Membaca buku berarti kita sedang membuka dunia. Semoga semakin banyak pihak yang peduli terhadap budaya membaca sehingga anak-anak memiliki kesempatan yang lebih luas untuk belajar, bermimpi, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

Adapun Buku-buku yang diserahkan terdiri dari berbagai jenis bacaan, di antaranya:

* Buku pendidikan.

* Buku keislaman.

* Buku pengetahuan umum.

* Buku cerita dan bacaan anak.

* Buku pendukung pembelajaran lainnya.

Seluruh koleksi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang berkunjung ke Rumah Baca Harmoni Literasi.

Ketua RT 001 Kampung Suka Damai, Ayana, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar Alumni Mahasiswa KKN UIN Suska Riau Desa Pangke Tahun 2024 atas perhatian dan kontribusi yang telah diberikan kepada masyarakat.

Beliau berharap Rumah Baca Harmoni Literasi dapat terus berkembang dan menjadi pusat kegiatan belajar bagi anak-anak maupun masyarakat sekitar.

Dengan adanya bantuan buku ini, koleksi bacaan di Rumah Baca Harmoni Literasi semakin bertambah sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat baca anak-anak sekolah serta masyarakat.

Rumah baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang aktif dan bermanfaat bagi anak-anak, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum dalam memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, dan menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan semakin banyak gerakan sosial dan pendidikan yang lahir sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Karimun.

Kegiatan penyerahan bantuan buku dan peresmian nama Rumah Baca Harmoni Literasi menjadi simbol bahwa sebuah langkah kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan pendidikan.

“Satu buku yang dibaca hari ini dapat menjadi awal lahirnya ilmu, inspirasi, dan perubahan besar di masa depan. Semoga bantuan ini menjadi amal jariyah serta menghadirkan manfaat yang terus mengalir bagi masyarakat,” ucapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *