Soal Keberadaan Bupati Saat Blackout, Ini Penjelasan Kadiskominfo Karimun

  • Bagikan

Karimun – Pemadaman listrik oleh PLN yang terjadi di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) terus menuai sorotan dari masyarakat.

Pasalnya, pemadaman listrik terjadi menyeluruh se-Pulau Karimun Besar itu telah berlangsung selama 3 hari. Tepatnya sejak Senin 20 Juli 2026.

Masyarakat yang gerah bahkan sempat mendatangi kantor PLN dini hari, beruntung amarah warga dapat diredam oleh petugas kepolisian yang berjaga di lokasi.

Media sosial PLN Tanjungbalai Karimun bahkan jadi sasaran amarah warga yang melaporkan beragam kerugian mereka akibat adanya pemadaman listrik menyeluruh (Blackout) yang diketahui terjadi karena adanya kerusakan pada mesin PLTD.

Bupati Karimun Iskandarsyah juga tidak luput dari sorotan, masyarakat mempertanyakan keberadaan dan upaya pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Karimun, Aribowo Hadibroto menegaskan bahwa Bupati Karimun terus berkomunikasi dan mendesak PLN.

“Pemerintah daerah memahami bahwa blackout ini menimbulkan ketidaknyamanan, kerugian, dan kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, Bupati terus mendorong PLN agar melakukan percepatan pemulihan, memberikan informasi secara transparan, serta melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujar Aribowo.

Mengenai keberadaan Bupati Karimun ditengah kondisi black out, Aribowo membenarkan bahwa Bupati saat itu berada di luar daerah.

Ia menjelaskan bahwa Bupati melaksanakan dinas luar daerah dalam rangka menjalankan agenda pemerintahan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Bupati Karimun, kata dia, juga telah berkali kali menggeser jadwal karena kegiatan di daerah. Adapun salah satu kegiatan yang dihadiri adalah di Badan Kepegawaian Negara (BKN) tentang presentasi Kepala Daerah terkait managemen talenta yang tidak boleh diwakilkan.

Begitu juga halnya dengan Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole yang pada saat ini sedang diluar daerah untuk mengikuti acara partai yang telah terjadwal sebelumnya dan tidak bisa diwakilkan.

“Meskipun berada di luar daerah, keduanya tidak pernah lepas dari pemantauan terhadap situasi di Karimun. Sejak awal terjadinya gangguan kelistrikan, beliau secara intensif berkomunikasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Karimun serta pihak PLN untuk memperoleh perkembangan terbaru sekaligus mendesak agar proses pemulihan listrik dilakukan secepat mungkin,” jelasnya.

Meski begitu, Aribowo menegaskan bahwa Bupati Karimun Iskandarsyah sedang dalam perjalanan pulang untuk segera menindaklanjuti aduan masyarakat.

Menurutnya, dalam situasi seperti ini yang terpenting bukanlah keberadaan fisik semata. Melainkan bagaimana fungsi kepemimpinan tetap berjalan melalui koordinasi, pengambilan keputusan, serta komunikasi dengan seluruh pihak yang berwenang.

“Bapak Bupati akan segera turun langsung menindaklanjuti langsung permasalahan ini, pemerintah akan terus hadir, mengawal proses pemulihan, dan memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama,” katanya.

Lebih lanjut, Aribowo mengimbau masyarakat untuk dapat bersama-sama menyaring informasi dan menghindari berita palsu atau hoax seputar pemadaman listrik.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyaring informasi secara bijak dan mengedepankan fakta. Kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, namun penyampaian informasi yang akurat juga menjadi tanggung jawab bersama,” ucapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *