Karimun – Sebanyak 120 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Karimun, telah berangkat untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M, Rabu 22 April 2026.
Para Calon Jemaah Haji tersebut, terlebih dahulu berangkat ke Kota Batam dari Kabupaten Karimun, sebelum berangkat ke Tanah Suci. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru, oleh Bupati Karimun Iskandarsyah, Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan juga keluarga dari Calon Jemaah Haji.
Dalam pelepasan tersebut, Bupati Iskandarsyah menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, serta keselamatan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci, hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
Bupati Iskandarsyah, juga menitipkan pesan khusus kepada para jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Karimun di tempat-tempat mustajab, seperti saat tawaf di Ka’bah, sa’i, berdoa di Raudhah Masjid Nabawi, hingga saat wukuf di Arafah.
“Doa-doa tersebut menjadi ikhtiar spiritual bagi terwujudnya Karimun sebagai daerah yang sejahtera dan penuh keberkahan, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” kata Bupati Iskandarsyah.
Sementara itu, perwakilan calon jemaah haji dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan menyentuh mengenai pentingnya kesiapan batin sebelum berangkat ke Tanah Suci. Ia menekankan bahwa kesabaran dan rasa syukur merupakan bekal utama dalam menjalankan ibadah haji.
“Kita akan menuju tempat peristirahatan Nabi Muhammad SAW, sosok yang sangat kita cintai meski belum pernah kita lihat wajahnya,” ungkapnya dengan penuh haru.
Dia juga mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak selawat, khususnya selama berada di Madinah, sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah.
Selain itu, para jemaah juga memohon doa restu dari masyarakat Karimun serta menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf, sebagai bagian dari upaya menyucikan diri sebelum menunaikan ibadah haji.
Dari sisi demografi, jemaah haji Kabupaten Karimun tahun ini terdiri dari berbagai kelompok usia. Jemaah tertua tercatat berusia 84 tahun, sementara yang termuda berusia 26 tahun. Secara umum, seluruh jemaah dalam kondisi sehat, meskipun beberapa di antaranya memerlukan bantuan kursi roda.
Pemerintah Kabupaten Karimun turut mendapat apresiasi atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan kepada para jemaah, mulai dari rangkaian persiapan, tradisi tepung tawar, hingga prosesi pelepasan. Upaya ini dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran ibadah masyarakat.






