Dirut Perumda: Keributan di Pasar Puan Maimun Karimun, Disebabkan Karena Salah Paham Petugas dan Pedagang

  • Bagikan

Karimun – Keributan yang terjadi antara petugas dan pedagang Pasar Puan Maimun Karimun, dikarenakan adanya miskomunikasi di lapangan.

Keributan tersebut diketahui juga sempat viral di media sosial, setelah adanya sejumlah akun medsos yang memposting kejadian yang menarik perhatian pengunjung pasar, Kamis 30 Juli 2026.

Setelah kejadian tersebut, kedua belah pihak melakukan pertemuan dan menyelesaikan persoalan itu dengan damai dan kekeluargaan.

Telah selesainya persoalan tersebut, disampaikan oleh Direktur Perusahaan Daerah Milik Daerah (Perumda) Bumi Berazam Jaya Kabupaten Karimun, Muhammad Mahsun, ketika memberikan klarifikasi, terkait insiden penertiban di Pasar Puan Maimun yang sempat viral di media sosial.

Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil petugas di lapangan, murni merupakan upaya penertiban tata kelola pasar, dan bukan aksi perebutan lahan sebagaimana spekulasi yang beredar.

Menurut Mahsun, insiden kecil tersebut terjadi karena adanya salah paham di lapangan, namun situasi kini telah berhasil diselesaikan secara damai melalui proses mediasi.

“Sebenarnya, apa yang menjadi kemarin itu, kalau saya katakan, insiden kecillah itu, tapi ya ini kalau tidak diklarifikasi mungkin menimbulkan spekulasi-spekulasi yang macam-macam. Namun pada prinsipnya, itulah risiko kami dalam hal pengelolaan pasar,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Dalam menjalankan tugasnya, Perumda Bumi Berazam Jaya senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik dan rasa nyaman, baik bagi para pedagang maupun pengunjung pasar secara keseluruhan.

Penertiban yang melibatkan unsur pihak keamanan ini dilakukan secara terukur demi memastikan pasar tetap berada dalam kondisi bersih, tertib, dan rapi.

Mahsun menjelaskan, area yang sempat dijadikan tempat penyimpanan barang oleh oknum pedagang secara ilegal tersebut, sebenarnya merupakan bekas ruang lift yang sudah tidak berfungsi.

Pihak pengelola sebelumnya telah menutup akses tersebut menggunakan seng dan kayu guna mengantisipasi kerusakan permanen, jika sewaktu-waktu lift harus dioperasionalkan kembali.

Kendati demikian, pintu penutup tersebut dijebol oleh pedagang yang bersangkutan karena melihat ruang tersebut kosong.

Pihak Perumda lantas mengambil tindakan tegas bukan tanpa alasan, melainkan demi keselamatan jiwa pedagang itu sendiri.

“Sehingga kita sampaikan kepada pedagang itu bahwa kondisi di dalam lift itu rawan. Kenapa. Besi atau pelat yang untuk naik turun lift itu tergantung di atas, dan itu sudah berkarat. Saya khawatir terjadi sesuatu nanti pada saat pedagang. Prinsip saya, lebih baik kita mencegah dari pada mengobati,” ucap Mahsun.

Sebagai tindak lanjut dari peristiwa tersebut, pihak Perumda telah memanggil oknum pedagang yang bersangkutan dan mengeluarkan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Kedua belah pihak pun telah sepakat untuk saling memaafkan dan tidak saling menyalahkan.

“Sesuai dengan kesepakatan kami kemarin itu, kami tidak saling menyalahkan, tapi intinya bagaimana pasar ini menjadi tertib, nyaman, dan rapi,” ucap Mahsun.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *