Masjid Jami’ Jabal Nur Dibobol Maling, Kotak Infaq dan Kipas Angin Raib

  • Bagikan
Screenshot

Karimun -Aksi pencurian terjadi di Masjid Jami’ Jabal Nur, RT 04/RW 01, Bukit Senang, Tanjungbalai Kota, Karimun, yang diketahui pada Rabu 15 April 2026.

Dari peristiwa pencurian yang terjadi, diketahui sejumlah barang-barang raib, diantaranya dua unit kipas angin, dan satu kotak infaq.

Pelaku tampaknya sudah sangat paham dengan situasi lapangan. Saat kejadian, wilayah tersebut sedang mengalami pemadaman listrik (mati lampu).

Kondisi ini membuat sistem keamanan masjid lumpuh total. CCTV yang terpasang tidak berfungsi karena tidak adanya daya listrik, memberikan ruang bebas bagi pelaku untuk mengeksekusi aksinya tanpa terekam kamera.

Dari informasi yang didapat, pelaku pencurian mengambil 1 unit kipas angin dinding dan satu unit kipas angin model berdiri.

Sementara itu, kotak infaq juga dibawa oleh pelaku. Yang mana kotak infaq tersebut ditinggalkan oleh pelaku di area kuburan warga tionghoa Bukit Tiung, usai menguras isi kotak infak tersebut.

“Iya kejadian pas lampu mati kemarin. Yang hilang dua kipas angin sama kotak infaq. Tapi kotak infaq ketemu sudah kosong, ketemunya di area kuburan warga tionghoa,” ucap Ketua RT 04 Bukit Senang, Ervi Endriwan.

Bagi pengurus Masjid Jabal Nur, ini bukan kali pertama mereka berhadapan dengan maling. Masjid ini tergolong sering menjadi sasaran pencurian, namun pelakunya licik dan berhasil kabur.

“Pernah kami tunggu sampai pagi tidak ada, begitu kami tidak tunggu, uang hilang,” ungkap Ervi Endriwan, Jumat, 17 April 2026.

Bahkan juga di kejadian sebelumnya, seorang jemaah sempat melihat sosok mencurigakan mengenakan kupluk. Namun, karena pergerakannya yang sangat cepat dan kualitas rekaman CCTV yang tidak jelas, identitas pelaku gagal teridentifikasi.

Gerah dengan aksi pencurian yang terus berulang dan polanya yang semakin berani, warga dan pengurus masjid sepakat untuk tidak tinggal diam.

“Karena kerap menjadi sasaran aksi pencurian, warga berencana akan membuat laporan polisi,” tegas Ervi.

Warga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap maling yang dinilai meresahkan, agar kekhusyukan ibadah tidak terganggu.

(aHa)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *