Batam – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam menegaskan tidak pernah merencanakan kegiatan nonton bareng dan diskusi film “Pesta Babi” di Kabupaten Karimun. AJI menilai ada pihak yang sengaja membuat gaduh dengan mencatut nama AJI Batam sebagai penyelenggara.
Pencatutan logo dan nama AJI Batam terdapat di undangan poster nobar yang disebar melalui akun media sosial @mediawongkito. Disebutkan kegiatan akan digelar di Coastal Area Kabupaten Karimun pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 21.00 WIB.
AJI Kota Batam menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoaks, dan AJI sama sekali tidak merencanakan maupun melaksanakan kegiatan yang dimaksud.
Ketua AJI Kota Batam, Yogi Eka Sahputra menjelaskan bahwa pihaknya baru mengetahui hal ini setelah banyak masyarakat maupun rekan sejawat jurnalis bertanya mengenai kebenaran undangan tersebut.
Setelah dilakukan pengecekan internal, dipastikan tidak ada agenda kerja sama maupun kegiatan pemutaran film yang melibatkan nama AJI Batam sebagaimana tertulis di dalam undangan dan pamflet yang beredar.
“Kami dengan tegas menyatakan bahwa AJI Kota Batam tidak membuat, tidak merencanakan, dan tidak terlibat dalam kegiatan pemutaran film atau diskusi publik bertajuk ‘Pesta Babi’ yang dijadwalkan di Karimun,” ujar Yogi.
Yogi menegaskan, semua informasi termasuk kegiatan nobar dan diskusi “pesta babi” yang sielenggarakan AJI Batam hanya diumumkan secara resmi di akun medsos AJI Batam dan Website AJI Batam, ajibatam.org.
Ia meminta masyarakat untuk hati-hati dengan semua informasi yang beredar. Apalagi di poster hoaxs itu pelaku mencantumkan link barcode yang berpotensi celah tindakan kejahatan online.
“Kami sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang sembarangan mencantumkan nama organisasi kami. Hal ini sangat merugikan nama baik organisasi dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Ketua AJI Kota Batam mengimbau seluruh lapisan masyarakat, rekan media, maupun instansi terkait agar tidak mudah mempercayai dan menyebarkan kembali undangan tersebut, karena isinya tidak sesuai fakta. Masyarakat diharapkan selalu memverifikasi setiap informasi yang beredar, terutama yang mencantumkan nama lembaga atau organisasi tertentu, guna menghindari kesalahpahaman yang lebih luas.
“Kami juga menghimbau agar pihak yang menyebarkan informasi ini segera menarik kembali dan mengklarifikasi kesalahan tersebut. AJI Kota Batam berkomitmen untuk terus bekerja secara profesional dan bertanggung jawab, dan kami tidak bertanggung jawab atas segala hal yang timbul akibat penyebaran informasi yang tidak benar ini,” pungkas Yogi
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa pihak yang membuat dan menyebarkan undangan tersebut, namun AJI Kota Batam berhak mengambil langkah hukum jika pencatutan nama organisasi ini menimbulkan dampak yang merugikan.






