PANGKALPINANG – PT TIMAH (Persero) Tbk terus mendorong peningkatan literasi keuangan karyawan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam kegiatan sosialisasi investasi emas bertajuk Ngopi Emas (Ngobrol Pintar Investasi Emas) yang berlangsung di Graha Timah, Pangkalpinang, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Team Leader Gold Investment Strategy Implementation BSI, Fajar Prasetya, yang membagikan pemahaman mengenai strategi investasi emas yang aman, terukur, dan berkelanjutan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Area Manager BSI Palembang Khoerul Wajid, Branch Manager BSI Kantor Cabang Pangkalpinang Firmansyah, Division Head General Affair PT TIMAH Tbk Wijaya, serta jajaran karyawan PT TIMAH.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kompetensi karyawan, khususnya dalam aspek literasi dan pengelolaan keuangan.
Menurut Anggi, pemahaman mengenai investasi menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Karena itu, perusahaan berupaya menghadirkan edukasi yang dapat membantu karyawan mengambil keputusan finansial secara bijak.
“Emas selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun investasi juga harus dibarengi pemahaman dan pengelolaan yang baik agar tujuan keuangan dapat tercapai,” ujar Anggi.
Dalam pemaparannya, Fajar Prasetya menekankan pentingnya mempersiapkan masa depan melalui investasi yang dilakukan secara konsisten sejak dini. Menurut dia, investasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk membangun kemandirian finansial, termasuk dalam menghadapi masa pensiun.
Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesiapan finansial saat memasuki usia pensiun. Karena itu, kebiasaan menabung dan berinvestasi perlu dibangun sejak awal sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang matang.
Fajar menyebutkan bahwa investasi memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan tabungan konvensional, meskipun di sisi lain juga memiliki tingkat risiko yang perlu dipahami dengan baik. Selain emas, pilihan instrumen investasi lainnya meliputi deposito, properti, surat berharga, asuransi, hingga bisnis.
Menurutnya, emas menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena memiliki tingkat likuiditas tinggi atau mudah dicairkan menjadi dana tunai. Selain itu, emas juga dinilai relatif aman karena tidak memiliki risiko gagal bayar maupun kebangkrutan seperti instrumen tertentu lainnya.
“Emas dapat menjadi pilihan investasi untuk berbagai tujuan jangka panjang, seperti biaya pendidikan, dana pensiun, hingga persiapan ibadah haji,” katanya.
Fajar juga mengingatkan pentingnya memahami profil risiko sebelum berinvestasi, baik agresif, moderat, maupun konservatif. Pemahaman tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran investasi dengan imbal hasil tinggi yang tidak masuk akal.
“Investasi bukan hanya soal mencari keuntungan besar, tetapi bagaimana konsisten dan disiplin dalam mengelola keuangan,” ujarnya.
Selain membahas investasi emas, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan arus kas atau cash flow. Dalam sesi tersebut dijelaskan pentingnya mengalokasikan pendapatan secara proporsional untuk kebutuhan zakat, kewajiban rutin, investasi, kebutuhan sehari-hari, hingga rekreasi.
Fajar menambahkan, emas juga dikenal sebagai aset safe haven yang mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang dan dapat diwariskan lintas generasi.
Melalui kegiatan ini, PT TIMAH berharap para karyawan semakin memahami pentingnya investasi sejak dini, memiliki kemampuan mengelola keuangan secara lebih baik, serta mampu merencanakan masa depan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
(*)






